Showing posts with label Manajemen produksi teater. Show all posts
Showing posts with label Manajemen produksi teater. Show all posts

Tuesday, July 10, 2018

MENGELOLA MANAJEMEN PRODUKSI TEATER DENGAN APIK



I.      Teater dalam Konsep Manajemen
Menurut Siswanto (2008:7) manajemen adalah ilmu dan seni dalam melakukan tindakan guna mencapai tujuan. Sebagai ilmu, manajemen mengakumulasikan sejumlah pengetahuan yang sistematis dalam melakukan suatu pekerjaan. Sementara, manajemen sebagai seni bukan seperti seni pada umumnya seperti musik, tari, drama, atau sastra. Sebagai seni, manajemen dilakukan berdasarkan olah rasa manusia atas kemahiran, keterampilan, pengalaman, dan ketekunan dalam bekerja untuk mencapai tujuan bersama.
Berkaitan dengan pementasan drama/teater, manajemen dapat diterapkan pada berbagai usaha dan kegiatan dari sekelompok manusia dalam mencapai tujuan yang telah disepakatinya. Dengan demikian, dalam menangani suatu pementasan teater, semua faktor utama seperti orang-orang yang bekerja di belakang panggung, seniman pelaku, petugas gedung dan pelayan penonton sudah seharusnya memiliki komitmen bersama, yaitu menggalang kerja sama dan bekerja bersama-sama untuk keberhasilan pertunjukan. Di Indonesia, pengetahuan dan pengalaman manajemen mulai dibutuhkan dan diterapkan dalam penyelenggaraan suatu pertunjukan, ketika peran tontonan bergeser menjadi hiburan atau kesenian populer yang digarap secara profesional.
“Dalam bentuk yang lebih modern, pertunjukan teater diselenggarakan dengan cara yang profesional. Profesional dalam hal ini adalah adanya manajemen yang matang dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pascaproduksinya”. (Wijaya, 2007:192)
Petikan di atas mengandung maksud bahwa profesionalisme dalam teater yang ditawarkan Putu Wijaya meliputi pengelolaan suatu pertunjukan seni—agar tujuan pementasan teater khususnya; bisa berjalan lancar dan berhasil dengan baik—penerapan manajemen sebagai ilmu dan seni sangat diperlukan. Bukan semata-mata untuk tujuan komersil, melainkan juga sebagai proses belajar. Dengan kata lain, ada beberapa hal pokok dan menjadi kunci dan sangat penting untuk dijadikan pegangan dalam mengatur jalannya suatu pertunjukan, di antaranya, sebelum mengadakan pertunjukan harus diketahui dahulu kapasitas pekerjaan yang akan dilakukan. Ini menyangkut masalah proses penentuan tujuan, perencanaan, pengaturan, pelaksanaan dan pengarahan atau penggerakan, serta pengawasan sampai tujuan.
Demikian juga dengan apa yang disebut dengan prinsip-prinsip manajemen, sebagai dalil-dalil umum manajemen mutlak harus dilaksanakan untuk dapat menjamin keberhasilan dalam mengelola suatu pertunjukan teater.

II.    Organisasi Pertunjukan
Organisasi pertunjukan menurut Rendra mempunyai dua unsur, yakni (a) unsur tata usaha (b) unsur tata kesenian.
a.   Unsur Tata Usaha
Unsur tata usaha adalah unsur organisasi yang menangani masalah yang tidak ada hubungannya dengan unsur kesenian. Adapun unsur perorangannya sebagai berikut.
1.   Produser
Kewajiban:
a)     Menyiapkan dan menyediakan kebutuhan seluruh pertunjukan
b)     Membagi keuntungan
Wewenang:
a)     Berhak mendapatkan laporan mengenai persiapan dan jalannya produksi dari ketua panitia.


2.   Ketua panitia
Kewajiban:
a)     Mengkoordinasi seluruh anggota panitia
b)     Memeriksa perkembangan pekerjaan
c)      Menyiapkan anggaran belanja dengan mengindahkan usulan dari seluruh anggota untuk diajukan kepada produser
d)     Memberikan laporan kepada produser, baik persiapan, proses, maupun hasil produksi.
e)     Bertanggung jawab mengurus izin pertunjukan dan persoalan pajak.
f)        Membentuk dan membubarkan panitia
g)     Memimpin kerja harian panitia pertunjukan
Wewenang:
a)     Mengerahkan tenaga dan usaha setiap anggota panitia sesuai dengan kewajiban masing-masing.
b)     Menentukan kebijaksanaan produksi nonartistik dan juga kebijaksanaan penjualan seluruh produksi pertunjukan
3.   Sekretaris
Kewajiban:
a)     Menyelenggarakan surat-menyurat
b)     Mengurus perbanyakan naskah pertunjukan
wewenang
a)     Mengurus dokumentasi tentang semua kegiatan pertunjukan
b)     Mewakili panitia apabila ia tidak hadir
4.   Pemegang buku keuangan
Kewajiban:
a)     Membuat pembukuan keuangan
b)     Melaporkan keadaan keuangan kepada ketua panitia secara periodik
Membantu ketua panitia dalam menyusun anggaran belanja
Wewenang:
a)     Menegakkan disiplin dalam hal keluar masuk keuangan
5.   Kasir
Kewajiban:
a)     Menyimpan uang
b)     Membuat pembukuan keluar masuknya uang
Wewenang:
a)     Menegakkan disiplin dalam hal keluar masuk uang
6.   Pemegang karcis/tiket
Kewajiban:
a)     Pengadaan karcis/tiket pertunjukan
b)     Mengatur sirkulasi tiket dan mencatatnya
Wewenang:
a)     Menegakkan disiplin dalam hal penyimpanan dan keluar masuk tiket
7.   Pengurus publikasi
Kewajiban:
a)     Mempublikasikan pertunjukan
b)     Berurusan dengan wartawan mengenai semua pemberitaan tentang pertunjukan
Wewenang:
a)     Mencegah adanya pemberitaan negatif mengenai pertunjukan
b)     Menentukan rencana poster-poster dan bentuk publikasi lainnya
8.   Pengurus kendaraan
Kewajiban:
a)     Mengatur dengan praktis dan adil pemakaian semua kendaraan yang dipakai
Wewenang:
a)     Menegakkan disiplin dalam hal pemakaian kendaraan
9.   Pengurus kesejahteraan
Kewajiban:
a)     Mengurusi konsumsi makan dan minum pada saat diperlukan
b)     Mengurusi kesehatan pemain
c)      Mengurusi ruang latihan yang diperlukan
d)     Membantu panitia dalam hal umum bila diperlukan
e)     Mengurusi keamanan gedung pada waktu pertunjukan berlangsung
Wewenang:
a)     Menegakkan disiplin dalam bidang kesejahteraan
b)     Bebas memilih dan mengangkat para pembantu
10.             Pengurus gedung
Kewajiban:
a)     Mengurusi pengadaan gedung pertunjukan
b)     Mengurus penerimaan penonton
c)      Mengurus penjagaan pintu masuk pertunjukan
d)     Mengawasi kebutuhan penonton di dalam gedung
Wewenang:
a)     Menegakkan disiplin dalam hal pemakaian fasilitas gedung


b.   Unsur Tata Kesenian
Unsur tata kesenian adalah unsur organisasi yang berhubungan dengan “isi” semua kegiatan pertunjukan yang akan diseleggarakan. Oleh karena itu,  unsur tata kesenian merupakan unsur terpenting. Mereka harus diberi suasana yang bisa memperkembangkan pikiran serta perlu dijaga agar mereka tak perlu berurusan dengan segi praktis tata usaha.
Adapun susunan perorangan kelompok ini adalah sebagai berikut.