Showing posts with label Analisis struktur fisik puisi. Show all posts
Showing posts with label Analisis struktur fisik puisi. Show all posts

Saturday, July 7, 2018

Menganalisis Struktur Fisik Puisi Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Joko Damono




Menganalisis Struktur Fisik Puisi

Hujan Bulan Juni
Karya Sapardi Joko Damono

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon yang berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu

Taka ada yang lebih arif
Dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu
(hujan bulan juni, 1994)


Struktur fisik puisi di atas meliputi :
1.     Tipograf
Tipografi dalam puisi tersebut terdiri dari 3 bait yang masing-masing bait terdiri atas 4 baris. Masing-masing baris tidak lebih dari 11 suku kata.
2.     Diksi
Puisi tersebut menggunakan kata yang mempunyai kedalaman makna seperti kata tabah, bijak, dan arif.
3.     Imaji / Citraan
Citraan yang dominan dalam puisi tersebut menggunakan citraan penglihatan. Contoh kepada pohon yang berbunga itu. Selain itu juga terdapat citraan pendengaran seperti dirahasiakannya rintik rindunya.
4.     Majas
Majas yang dominan terdapat dalam puisi tersebut adalah majas personifikasi seperti hujan seolah-olah memiliki sifat tabah, bijak, dan arif seperti sifat manusia.
5.     Rima
Puisi tersebut memiliki rima yang beraliterasi n pada baris yang berbunyi hujan bulan Juni.
6.     Kata Konkret
Kata konkretnya berupa pohon yang diasosiasikan dengan manusia yang diam saja tetapi indah. Bunga yang diasosiasikan sebagai perempuan atau wanita.